Seruan lari dari para warga membuat sejumlah pasukan ksatria menjadi ketar ketir. Formasi menyerang itu langsung terpencar karena terkena hantaman api mengerikan dari sihir Ash yang barusan. Sang komandan pasukan jadi ikut kebingungan. Ia tidak bisa lagi mengendalikan para anak buahnya yang kepanasan. Baju zirah yang terbuat dari besi itu mulai diselimuti oleh gelora api. Panas yang mewakili neraka langsung menghampiri tubuh kekar itu. Dihampiri oleh rasa sakit yang melebihi Aura Perkuat yang mereka gunakan. “Arrghhh!!” “Panaaass!!” Teriakan demi teriakan kesakitan mulai terdengar. Itu bagai melodi indah dari para penghuni neraka di telinga Ash. Ia puas. “Memang seharusnya dari awal aku tidak menahan diri,” cicit sang pangeran dengan senyuman kecil dai balik wajah yang tertutupi tudung