Seorang anak kecil berambut lepek berlarian menuju sebuah rumah yang dindingnya terbuat dari papan. Anak lelaki berhidung mancung dan bermata sipit itu berlari karena hujan tiba-tiba saja mengganggu waktunya bermain. Baru limabelas menit ia bermain dihalaman rumah barunya ini, mamanya belum berteriak memerintahkan anak itu masuk kembali ke rumah, itu berarti belum waktunya ia mengakhiri permainan nya. Namanya Leon, seorang anak lelaki keturunan Indonesia dan Jepang itu lebih senang bermain sendiri di halaman rumahnya yang menjadi satu dengan halaman panti asuhan di sebelahnya, ia bukan tidak memiliki teman, ia memiliki teman dekat, Fokka, kakak kembarnya sendiri. Tapi Leon dan Fokka berbeda, jauh berbeda, hanya wajah keduanya saja yang identik, tidak dengan sikap dan sifat. Fokka lebih s