Leon mengurut kelopak matanya, meraba ponselnya yang tergeletak di atas meja. Jam sudah menunjukkan pukul satu tengah malam, tapi Leon masih mendapati Fia duduk berulang kali mengganti channel pada televisi dengan menggunakan remote di tangan. Tidak ada ekspresi mengantuk yang terbaca dari Fia, kedua mata bulatnya masih segar, "Kamu belum tidur?" tanya Leon bangkit dari tidurnya lalu duduk di samping Fia. Leon merasa bersalah, karena sangat lelah Leon sampai tidak menyadari kalau Fia belum terlelap. Fia tidak menjawab, wajahnya tetap datar dengan remote yang berulang kali ia arahkan ke televisi. "Kenapa?" Leon kembali bertanya. Leon menunggu jawaban Fia, namun tidak kunjung mendapatkan jawaban. Leon menarik remote yang berada di genggaman Fia, agar Fia tidak terus mengganti channel d