"Pegel banget!" Naya menggerakkan tubuhnya ke kanan dan kiri untuk melemaskan otot-ototnya setelah bekerja.
"Pulang yuk, Say..." ajak Vina alias Vino sambil menggamit lengan Naya keluar dari area dalam restaurant.
Kalau dilihat-lihat, Vino itu tampan dan gagah. Jika dia tidak berbicara, pasti orang akan melihatnya sebagai laki-laki tulen. Namun orang-orang akan terkejut ketika ia sudah mengeluarkan suaranya yang mendayu. Sudah bisa dipastikan mereka akan berpikir ada yang salah dengan pria tampan yang sedang menggamit lengan Naya ini.
"Tadi tuh rame banget resto, sampe badan eike pegel semua. Besok eike mau massage ah. Mau ikut gak, Say?" Vino melirik Naya yang tingginya setara dengan lehernya.
"Kayaknya gak deh, Vina, soalnya tugas kuliah gue numpuk banget!" Naya menengadahkan kepala ke arah Vino. Menolak ajakan pria kemayu itu sambil tersenyum kecil.
"Ih Naya mah~ eike bayarin deh. Temenin eike kenapa si~" rayu Vino sambil merangkul bahu Naya.
Kalau saja Naya tidak tahu orientasi s3ksual Vino, bisa-bisa Vino ditendang oleh wanita mungil ini karena risih.
"Sorry banget ya, Vina... Kapan-kapan deh. Gue janji! Soalnya ini lagi banyak banget tugas kuliah. Gak pa-pa kan, Say?" tanya Naya sambil mengedipkan matanya genit.
Vino menghela napas pasrah. "Hh... ya sutralah..."
Mereka berjalan menuju parkiran motor tempat Vino meletakkan motornya. Sesekali mereka bercanda sambil masih berangkulan.
"Ehm... ehmm... Bidadari Galak!"
Naya langsung menghentikan langkah mendengar suara yang baru saja menyusup di indera pendengarannya. Karena Vino sedang merangkul Naya, otomatis langkahnya pun terhenti.
Mereka sama-sama mengalihkan pandangan ke depan, dan mendapati seorang pria berwajah blasteran bule berdiri tak jauh di depan mereka.
"Yvan??" bisik Naya terkejut.
'Ngapain dia di sini? Jangan-jangan... dia mau buat perhitungan sama gue karena mungkin aja dia diputusin ceweknya yang tadi itu? M4mpus gue!' panik Naya di dalam hati.
"Sapose, Say? Ganteng banget... boleh eike deketin?" bisik Vino tepat di telinga Naya.
"Eh Vina, dia itu normal. Masih suka cewek. Jangan gila dong lo! Gak bisa banget liat cowok bening dikit!" Naya membalas sambil berbisik juga.
Yvan hanya berdiri diam di depan mobilnya sambil menatap Naya yang malah asyik berbisik ria dengan seorang pria. Sepertinya pria yang saat ini bersama Naya, bukan pria yang tadi sore menepuk puncak kepala wanita mungil itu di dalam restoran. Kenapa sih wanita polos ituselalu dikelilingi laki-laki??!!
Yvan lalu mengalihkan pandangan ke arah rangkulan tangan Vino di pundak Naya, yang entah mengapa menimbulkan rasa panas di hati pria blasteran ini.
"Bisa kita bicara?" tanya Yvan dengan nada dingin setelah kembali menatap Naya. Tatapannya saat ini sulit diartikan.
"Hah? Sa-sama gue?" tanya Naya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ya iyalah, Say, sama elo! Emang sama siapa lagi coba! Lo gak liat si ganteng pandangan matanya aja ke elo terus!" cerocos Vino masih tepat di telinga Naya.
Hal itu membuat Yvan semakin geram. Ingin rasanya pria ini menjauhkan Naya dari Vino. Namun sebisa mungkin, Yvan mencoba untuk tidak lepas kendali.
Memangnya dia siapanya Naya? Yvan sadar jika dia tidak punya hak apa pun. Mungkin untuk saat ini.
"Ma-mau bicara apa?" tanya Naya balik dengan gugup. Wanita mungil ini takut melihat tatapan dingin Yvan yang bolak-balik menatap dirinya dan juga Vino.
Jangan-jangan benar dugaan Naya, jika Yvan putus dengan kekasih barunya yang mungkin saja seorang j4nda ber-anak satu itu, makanya Yvan menatapnya seperti ini.
"Something..." ucap Yvan datar. "Gue tunggu di mobil," lanjut Yvan kembali dan langsung saja pria itu menuju pintu mobilnya. Namun sebelum benar-benar masuk ke dalam mobil, Yvan menatap Vino tajam.
Seketika membuat bulu kuduk Vino berdiri. Pria kemayu ini menelan saliva susah payah.
Apa ada yang salah?
"Bisa lepaskan tangan Anda dari pundak Naya?" tanya Yvan dingin.
Mendengar kalimat yang dikeluarkan Yvan, refleks saja Vino melepaskan tangannya dari pundak Naya.
Setelah melihat tangan Vino sudah tidak mampir lagi di pundak Naya, Yvan langsung masuk ke dalam mobilnya untuk menanti Naya menghampiri pria itu.
"Iihhh... cowo loe ngeri banget sih, Nay! Posesip amat! Bilangin sama dia, eike gak nepsong sama cewek!" sungut Vino. "Ya udah ya, eike pulang duluan. Bye..." Vino mengacak rambut Naya lalu beranjak pergi menuju motornya sendiri.
"Eh, Vin... gue pulang sama siapa?" tanya Naya dengan wajah panik. Jujur saja Naya merasa ketakutan ketika Vino hendak meninggalkannya sendiri untuk menghadapi kemarahan Yvan.
"Minta anterin cowok lo yang posesip itu aja... dadah Naya sayang! Mmuuuaaacchhh..." Vino memberikan cium jauh untuk Naya. Vino tersenyum geli ketika melihat rahang Yvan yang sudah duduk dari balik kemudi mengeras karena mungkin pria itu cemburu padanya. Akhirnya adik kecil kesayangannya sudah ada yang menjaga, dan Vino yakin pria itu bisa menjaga adik kecilnya dengan baik.
"Posesip bener itu cowok," monolog Vino sambil tertawa kecil lalu bersiul riang menuju motornya.
*****
Naya kini sudah berada di dalam mobil Yvan. Biar bagaimana pun, bukankah dia harus mempertanggungjawabkan ucapannya di depan kekasih Yvan tadi?
"Gue..." ucap mereka bersamaan setelah hening sekian lama.
"Lo dulu..." ucap mereka kembali secara bersamaan, refleks membuat mereka berdua terkejut dan saling pandang.
Naya langsung memalingkan pandangannya karena merasa mukanya memerah, dan debaran aneh itu terjadi lagi.
Yvan yang melihat perubahan wajah Naya, tersenyum geli.
"Oke... Jadi... gue duluan yang ngomong ya," ucap Yvan.
"Enggak! Enggak! Kayaknya mending gue duluan aja! Nih ya, gue mau minta maaf sama lo karena udah ngomong sembarangan di depan pacar baru lo dan anaknya. Gue keceplosan gitu bilang lo 'player'. Yah walaupun lo itu emang player kan?! Tapi gue rasa gue keterlaluan tadi. Gak seharusnya gue bilang gitu di depan pacar lo. Kalau sekarang lo sama pacar baru lo berantem, gue akan berusaha bikin lo baikan sama dia. Lo ketemuin gue aja biar gue jelasin maksud gue apa tadi!" jelas Naya panjang lebar tanpa jeda dan setelahnya, Naya terengah-engah mengatur napas.
Yvan hanya bisa terbengong melihat kelakuan ajaib Naya. Dan apa tadi dia bilang? Pacar baru Yvan?
Maksudnya Kak Sonya? Kakak satu satunya yang Yvan miliki? Kakak yang sangat dia sayangi setelah ibunya.
Setelah beberapa saat larut dalam pikirannya sendiri, akhirnya Yvan menyadari kesalahpahaman Naya. Yvan tertawa terpingkal-pingkal sampai memegang perutnya yang kram karena ucapan Naya. Sumpah! Pria blasteran ini tidak bisa menahan tawa. Ini terlalu lucu.
Naya yang merasa ada yang salah dengan Yvan, hanya bisa terpaku melihat tawa tampan pria yang duduk di sampingnya ini. Matanya tak berkedip sama sekali.
"Hahaha... Nay, sumpah lo lucu banget... hahaha..."
Naya tidak mengerti apa yang Yvan tertawakan.
'Dia gila kali ya, diputusin cewek tadi? Emang sih tu cewek cantik pake banget. Tapi gak harus jadi gila kan gara-gara putus?' batin Naya sambil menatap Yvan cemas.
"Hahaha... oke sepertinya ada kesalahpahaman di sini. Hahaha... aduh capek gue ketawa," ucap Yvan di sela tawanya yang belum dapat dia hentikan.
"Siapa suruh lo ketawa? Apa... lo sampai gila gara-gara diputusin pacar lo itu?" bisik Naya dengan kecemasan yang tidak dibuat-buat.
Bukannya berhenti, Yvan malah semakin terpingkal dan semakin membuat Naya dilanda kecemasan.
"Hahaha... Nay please, lo gak usah ngeluarin--hahhhahaha... kata-kata yang lain dulu. Perut gue kram... hahaha... sumpah! Haha... haduh... hahaha..."
Naya yang mendengar ucapan Yvan, langsung prihatin dan mengunci mulutnya. Mungkin memang benar Yvan sudah menjadi gila karena putus cinta.
Apa itu karma karena ke play boy-an Yvan selama ini?
***
Catatan Penulis :
Hai kakak2.
Aku mau kasih tahu ya, ceritaku ini akan menggunakan koin untuk melanjutkan baca mulai dari bab yang ditentukan pihak DREAME.
Dan kukasih tahu juga, ceritaku ini sebelum berbayar/sebelum pakai koin, sudah pernah KUGRATISKAN. Jadi, bagi yang baru menemukan ceritaku sekarang setelah menggunakan koin, mohon jangan protes ini itu tentang koin. Tidak mau dilanjut baca yo monggo langsung hapus ceritaku ini dari perpustakaan kalian. Cari cerita lain saja yang tidak berkoin daripada harus nyinyir ini itu di kolom komentar. Buang-buang waktu kalian loh ☺️ Lebih baik waktunya dibuat cari cerita lain.
Author tidak paksakan, ya, Kak, mau lanjut baca atau tidak.
Aku bukannya marah2 atau gimana, tapi capek mesti balas satu-satu komen yang gak paham fungsi bab yang digembok buat penulis.
Koin bisa didapat gr4tis dengan cara mengikuti MISI yang ada di EARN REWARD, atau bisa dibeli menggunakan metode pembayaran yang ada di STORE.
Kalau kurang mengerti caranya, bisa tanya-tanya di EFBI / IGE ku atas nama NCHEET NCA.
Terima kasih
BETEWE, NOVEL INI BISA DIBACA SAMPAI TAMAT HANYA DI APLIKASI DREAME DAN INNOVEL YA. SELAIN 2 APLIKASI ITU, BERARTI ITU ADALAH APLIKASI BAJAKAN YANG DENGAN TEGA MEMBAJAK KARYA2 KAMI SELAKU PENULIS.
Jangan instal aplikasi bajakan, guys.
Kerugiannya:
1. Nggak ada bonus harian, kudu beli atau top up mulu
2. Koin setelah beli bisa g masuk ke akun dengan sebab misterius
3. Update bab lelet
4. Pencurian data kalian dan nggak dijamin keamanannya
Bagi yang pake kartu kredit di ponselnya, tolong hati-hati, ya! Khususnya yang suka belanja pakai e-money!
Uninstal aja trus cari aplikasi lain yang resmi.