Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, akhirnya mereka sampai di tujuan.
Fernandez Corp.
Mereka masuk ke dalam gedung setinggi 50 lantai tersebut dan memasuki lift khusus eksekutif menuju lantai tertinggi. Lift berdenting menandakan mereka telah sampai di lantai tujuan mereka. Dan seorang wanita langsung menyambut mereka. Bisa Macy tebak kalau wanita itu adalah seorang sekretaris.
"Welcome to Fernandez Corp., Mr. Carbert" Sapa wanita tersebut sembari membungkuk dan tersenyum ramah kepada Will. Namun matanya menatap sinis ke arah Macy dan hal itu tak luput dari pandangan Will.
"Keep your gaze from my fiance b***h!" Bentak Will tajam kemudian ia menarik pelan pergelangan tangan Macy meninggalkan wanita itu.
Sementara wanita itu masih terdiam di tempatnya, terkejut dengan perkataan Will. Ia tak menyangka bahwa ucapan tajam tersebut akan keluar dari mulut seorang Will Carbert. Selain itu, ini adalah pertama kalinya seorang pria menghinanya seperti itu hanya karena gadis yang ia anggap rendahan.
Macy? Jangan ditanya. Ia sekarang merasa seakan melayang di langit ketika Will mengatakan bahwa ia adalah tunangannya. Namun ia segera menghilangkan perasaan itu ketika mengingat kalau ia masih berada dalam zona marahnya. Ia melepas paksa pergelangan tangannya ketika mereka berada di depan pintu yang berlabelkan 'CEO'.
Will hanya pasrah dengan perlakuan Macy padanya. Ia lalu membuka pintu tersebut tanpa mau mengetuknya dan langsung disambut ramah oleh seorang pria muda nan tampan dengan tubuh yang sudah pasti atletis.
"Halo, Mr. Will Carbert. Nice to meet you again" Sapa pria tersebut sembari mengulurkan tangannya.
"Nice to meet you too, Mr. Dominic Fernandez" Ucap Will sembari melepas jabat tangan mereka.
"And?" Tanya Dominic.
"Macy Allyson. Mr. Carbert secretary, Sir" Ucap Macy tersenyum memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan pria tersebut.
"Dominic Fernandez. Nice to meet you Miss Allyson" Ucap Dominic sembari melepas jabat tangan mereka.
"Nice to meet you too, Mr. Fernandez" Ucap Macy.
"Let's have a sit" Ajak Dominic.
"By the way, why only the two of you? Where are my secretary?" Tanya Dominic mencari sekretarisnya.
"I left her because she dared to stare cynical at my fiance" Jawab Will.
"Your fiance?" Tatapan Dominic beralih ke Macy yang merupakan satu-satunya wanita yang Will bawa dan ia pikir ia mulai mengerti sekarang. "So your secretary is your fiance, right?" Tanya Dominic memperjelas.
"And would be my wife" Jawab Will. Macy yang duduk di sampingnya merasa tersipu namun tetap saja ia mempertahankan egonya untuk tetap berada di zona marahnya. Selain itu, ia juga berusaha untuk bersikap professional.
"Wow, you're so smart in finding woman" Puji Dominic.
"Thank you" Ucap Will. "And I think we’ll discuss our contracts" Ucap Will ketika melihat tatapan memuja keluar dari mata Dominic.
"Ya, of course. We’ll discuss it now" Ucap Dominic sedikit terkekeh mendengar nada cemburu yang keluar dari mulut Will.
Rapat selama satu jam pun selesai dengan hasil kontrak kerja sama mereka akan diperpanjang, Will dan Macy keluar dari ruangan Dominic. Saat keluar mereka mendapati sekretaris Dominic tengah berdiri dengan kegugupan yang jelas sembari menundukkan kepala, tak berani melihat ke arah Will maupun Macy.
-------
London Eye.
Will menepati janjinya untuk membujuk Macy dengan membawa wanita itu salah satu pusat hiburan di London.
London Eye merupakan sebuah kincir raksasa yang terletak di Taman Jubilee dan berputar tepat di atas Sungai Thames. Dari atas London Eye, kita dapat melihat keindahan dari kota London secara keseluruhan.
Mata Macy langsung berseri ketika melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Ia menoleh ke arah Will kemudian mengecup pipi prianya itu lalu segera turun dari mobil.
Ia sangat bersyukur memiliki pria seperti Will yang mengerti apa yang ia butuhkan ketika ia dalam zona marahnya. Will tersenyum lalu turun dari mobil menyusul Macy yang telah berjalan masuk terlebih dahulu dan segera mengamit tangan Macy.
Setelah berputar di atas Sungai Thames selama satu jam, pukul 20.45 Will mengajak Macy makan malam walau ini sudah sangat telah untuk bisa disebut makan malam. Seusai makan malam malam, mereka kembali ke penthouse lalu segera tidur di kamar masing-masing.
Tepatnya Macy yang segera berlari menuju kamarnya setelah mengecup pipi Will, bukan hanya karena malu tetapi juga untuk menjaga hal yang ia takutkan. Macy tidur di kamarnya yang berada di lantai dua sementara Will tidur di kamar yang berada di lantai satu.
Dan lagi-lagi tingkah Macy membuat Will terkekeh. Jangan pikir Will tidak tahu kenapa Macy menolak untuk tinggal bersama dirinya. Mengingat hal itu membuatnya semakin ingin tertawa. Maka dari itu sebelum tawanya keluar, ia segera masuk ke kamarnya.
Bulan pun berganti dan memperlihatkan matahari yang tengah menjalankan tugasnya.
Hari ini, Macy dan Will kembali ke Fernandez Corp. untuk membahas proyek mereka selanjutnya. Ketika mereka masuk, sekretaris yang kemarin memandang Macy dengan tatapan sinis telah terganti menjadi seorang wanita berkacamata dan lebih ramah.
"Welcome, Mr. Carbert. I'm Ellen Crawford, Mr. Fernandez new secretary. Mr. Fernandez has waiting for you" Ucap Ellen ramah kemudian mempersilakan Will dan Macy mengikutinya ke ruangan Dominic.
"Please Sir, Miss" Ucap Ellen kemudian berlalu dari ruangan Dominic.
Melihat Will dan Macy, Dominic menyambut mereka seperti kemarin lalu mulai membahas proyek mereka selanjutnya.
Setelah rapat berjam-jam yang berujung kata 'deal', Will mengajak Macy makan malam tanpa mengunjungi pusat hiburan kembali maupun pergi jalan-jalan. Itu semua karena Macy yang tidak menginginkannya dengan alasan lelah.
Keesokan harinya, Will dan Macy akan kembali ke Indonesia. Namun sebelum kembali, Will mengajak Macy untuk mengunjungi cafe-nya terlebih dahulu.
"Kita mau ke mana? Bukankah kita akan ke bandara?" Tanya Macy melihat mobil Will yang tidak mengarah ke bandara.
"Aku ingin mengajakmu melihat cafe-ku dulu sekaligus memantau perkembangannya" Jawab Will sembari menoleh ke arah Macy.
Selang berapa waktu, mereka telah sampai di sebuah cafe yang lumayan besar berlabelkan 'CW Coffea' di bagian atas. Macy benar-benar terkejut melihat cafe yang berada di hadapannya.
-------
Love you guys