71. Pagi pertama

1586 Kata

Aku menggeliatkan badanku pelan saat merasakan badanku sangat pegal. Aku merasakan ada sesuatu yang membelit perut dan kakiku. Sayup-sayup aku membuka mataku. Aku mengucek mataku pelan untuk menyesuaikan pandanganku. Aku ingat sesuatu, aku sudah menikah dengan Kak Alfath kemarin. Mataku langsung membulat sempurna. Saat aku membuka mata, wajah kak Alfath lah yang ada tepat di depanku. Pria itu masih tidur dengan lelap. Tangan Kak Alfath membelit peruku sedangkan kakinya membelit kakiku. Aku terkekeh dengan tingkah Kak Alfath. Saking eratnya pelukannya membuatku tidak bisa bergerak. Wajah tampan Kak Alfath sangat damai dalam tidurnya, alis yang hitam, bulu mata yang panjang dan hidung yang mancung seperti mama Khanza. Siapa yang mau menolak pesona Kak Alfath kalau tampannya kayak gini? A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN