"Sekarang, jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Papa dengan nada seram. Aku dan Pak Heri duduk kaku di depan Papa dengan wajah tertunduk. "Kami tidak melakukan hal yang membuat celaka, Pa. Hanya ... hampir," cicit Pak Heri. Suaranya menciut. Takut kali dia. "Tadi bilang, kalian pernah kecelakaan? Put, cerita dong! Tadi aja di depan udah main rahasia-rahasiaan lho, Pa! Aku nanya katanya rahasia!" Ish, Bang Ilham dengan mulut lambe tuirnya itu kok ngeselin banget ya? "Itu beda, Bang! Bukan yang itu," jawabku lalu menunduk lagi karena wajah Papa masih garang. "Ada apa sebenarnya, Put? Nak Heri? Jangan bikin kami cemas! Selama Puput di rumah kamu, tadi gak ngapa-ngapain, kan?" cecar Mama sambil menggendong Anggi yang terbangun. "Enggak kok, Ma. Hanya nemenin Pak Heri di kamarn

