Restu

1322 Kata

"Put, mau ya?" tanya Pak Heri dengan tatapan memohon. "Mm ... harus jawab sekarang?" tanyaku lagi. "Iya, sekarang." "Ada syaratnya," ucapku. "Apa itu?" tanyanya antusias. "Pak Heri sanggup tidak?" Aku balik nanya sama dia. "Apapun akan saya lakukan, saya tidak mau kehilangan kamu lagi." Aku mengangguk lalu mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. "Apapun?" tanyaku memastikan. "Ya, apapun," jawabnya yakin. "Oke, saya mau nikah sama Pak Heri. Tapi syaratnya, hapus semua dendam itu. Saya mau kita nikah dengan hati yang tenang dan bahagia. Jangan ada dendam sama sekali." Pak Heri diam. Aku tahu ini cukup berat buat dia. Tapi terlalu lama menyimpan dendam juga tidak baik kan? Lagi pula, Pak Heri bilang ada Geo yang harus dijaga. Jangan sampai anak itu tumbuh denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN