Kami tiba di depan rumah. Mama sama papa sudah menunggu di depan. Tumbenan mereka menyambut kepulanganku dari sekolah. Ah aku lupa, sekarang kan hari kelulusanku. Nungguin deh pasti! Papa juga gak biasanya tuh pulang cepat. Ini kan masih jam 11 siang. "Akhirnya kamu pulang, Put!" sambut Bang Ilham sambil menghembuskan nafas lega. "Emang kenapa, Bang?" tanyaku lalu berjalan mendekati mereka. "Kami khawatir dengan kelulusanmu," jawab papa dengan nada cemas. "Bagaimana hasilnya?" mama nih juga tak kalah cemas. "Oke, semua harap tenang. Kalian percaya kalau Puteri Aqila adalah gadis cerdas?" tanyaku. Aku menatap papa, mama dan Bang Ilham. Mereka malah diam. Bahkan Bang Ilham sedikit meringis. "Kok pada diam sih? Masa gak percaya sama aku?" "Bukan gitu, Put! Papa percaya kok kalau kamu

