Aku turun dari mobil Pak Heri dengan hati yang berbunga-bunga. Duh, Pak Heri bisa aja deh, setelah lama tidak bertemu, tiba-tiba muncul dan sukses membuatku mupeng berkali-kali lipat. Bahkan efek yang ditimbulkan dari kata-kata Pak Heri tadi terbawa pada semangat belajarku. Entahlah, aku hanya merasa semua soal terasa begitu mudah. Ugh, otakku benar-benar bercahaya kalau sudah ketemu Pak Heri. "Put, tumbenan lo ngerjainnya cepet amat?" Lisa menghampiriku yang sedang menikmati semangkuk bakso di kantin sekolah. Senyumku merekah, sambil mengaduk kuah bakso yang menggoda iman, "Otak Einstein gue lagi berjaya!" "Halah, palingan lo nyontek si Lisa!" Andi keplek! Mulutnya emang minta dilakban tuh! "Enak aja! Gue mikir lah!" "Eh tapi beneran lo, An! Dia keluar paling dulu. Gila, jangan-jan

