Aku Meleleh!

1635 Kata

Aku berjalan lesu keluar dari ruangan kepala sekolah. Rasanya sulit dipercaya jika hubungan kami terbongkar secepat ini. Bahkan hingga harus mengorbankan satu di antara kami yang hengkang dari sekolah ini. Semuanya terasa sulit tentu saja. Sebenarnya aku ingin mengalah dan membiarkan Pak Heri tetap bekerja di sini. Bertahan dengan pekerjaan yang sangat ia sukai ini. Tapi, situasiku sekarang tidak memungkinkan. Aku sudah berada di ujung kelas XII. Tidak mungkin bagiku untuk pindah sekolah. Kulihat anak-anak di kelas baru selesai pengayaan. Rapat 'serius' di ruang kepala sekolah tadi cukup lama. Aku tertinggal 2 jam pengayaan. Baguslah, lagi pula, aku capek hari ini. Capek badan dan capek batin. "Put, ada apaan sih lo dipanggil kepsek?" Lisa langsung menodongku dengan pertanyaan begitu a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN