Tidurlah .... Selamat malam, lupakan saja aku Mimpilah .... Dalam tidurmu, bersama bintang Ck, sial! Kenapa lirik lagu itu serasa menyindirku? Huh, menyebalkan! Aku gak boleh baper cuma karena lirik lagu doang. Lagian Mang Supir di angkot yang membawaku ke alamat rumah Pak Heri pasti gak bermaksud nyindir aku kan? Pasti ia hanya menyalakan radio biar gak ngantuk. Yah, setelah berpikir tujuh puluh kali, merenung sebanyak seratus kali, akhirnya aku memutuskan untuk datang ke rumah yang katanya bekas rumah mendiang mama Pak Heri. Aku mikir dan merenung sebanyak itu bukannya apa-apa, hanya saja aku takut kecewa lagi. Dikecewakan sama orang yang paling disayang itu rasanya sakit. Ternyata Pak Heri benar-benar tinggal di perkampungan. Yah walau rumahku juga tidak termasuk kota besar, t

