Bodoh. Mungkin itu yang pantas disematkan padaku. Ya, aku sangat bodoh telah mengira bahwa putri tidur bernama Putri Aqila itu benar-benar gadis biasa. Melihat dia tidur di kelas sambil mengigau itu sangat lucu. Bahkan aku merasa geli saat mendengar igauannya itu. Katanya dia pindah haluan dari menyukai Bima kakak tingkatnya. Lalu beralih menyukaiku. Saat aku terluka dengan seseorang yang awalnya kuyakini akan menjadi cinta terakhirku, aku malah terhibur dengan tingkah konyol anak muridku. Ya, aku kesal, aku marah, bahkan mungkin bisa dikatakan aku menaruh dendam pada tunanganku sendiri. Fitri. Berjuta alasan yang membuatku geram pada tingkah Fitri. Andai saja bukan karena permintaan mendiang mama, aku tak akan mau belajar mencintai gadis itu. Mama menderita penyakit gerd. Di saat tera

