Sudah lama sekali rasanya sejak Pak Heri pergi, aku belum berkomunikasi lagi dengannya. Bodo amat ah, aku gak mau memikirkan dia. Toh, dia juga gak mikirin aku kan? Mungkin ada sekitar 3 bulan yang lalu. Kangen? Whoah, jangan tanya! Meski aku sudah disakiti, tapi kalau perpisahan kami dengan cara seperti itu, mana bisa aku lupa? Hanya ada yang aneh saat ini. Mama, papa juga Bang Ilham baik banget! Jangankan nyuruh kerja beresin rumah, aku diam di kamar aja langsung disamperin, diajakin main atau keluar. Bahkan bukan sekali Bang Ilham ngajak aku jalan sama teman-temannya. Ya, meski ujung-ujungnya aku jadi cicak-cicak di dinding di tengah-tengah mereka. Semua orang rumah tak ada satu pun yang bertanya tentang Pak Heri. Padahal sebelumnya, kalau aku berangkat kuliah tanpa diantar Pak Heri,

