Sandiwara

1225 Kata

Setelah tahu kebenarannya, aku semakin menjauh dari Pak Heri. Bahkan tak pernah lagi kujawab chat atau telpon darinya. Ya, meski aku tahu ponsel yang ku pakai ini adalah pemberiannya. Sempat terpikir untuk mengembalikannya lagi, tapi urung. Nanti mama sama papa bisa curiga. Sejauh ini, aku masih merahasiakan hubunganku yang di ambang kehancuran. "Put, kamu gak kuliah?" tanya papa yang sudah siap berangkat kerja pagi ini. "Kuliah, Pa. Tapi agak siangan dikit. Dosen pertama gak hadir katanya," jawabku. "Nah mulai tuh malesnya muncul! Inget sekarang bukan anak SMA lagi, Put!" ucap Bang Ilham sambil mengoleskan selai ke rotinya. "Iya, aku tahu. Bukan males, cuma kan ya ngapain datang lebih pagi juga ya kan?" Tin-tin! "Eh, itu kayaknya Heri tuh, jemput kamu, Put!" ucap Mama yang sedang me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN