Aku memilih pergi dan meninggalkan Pak Heri yang malah lebih marah dariku. Ih, kesal, kesal! Satu hal yang kusyukuri untuk saat ini. Biar pun aku lagi kesal dan marah, perutku gak kosong. Gak salah emang tadi aku ikut makan bareng Pak Yusuf dan ibunya. Apalagi biasanya kalau aku kesal, selera makan suka hilang. Karena aku bingung hendak ke mana, akhirnya aku terdampar di depan kost-nya Lisa. Kok sepi banget ya? Apa anak itu sedang pulang ke rumahnya ya? Rumah Lisa sebenarnya gak terlalu jauh dari kampus. Hanya dia memohon sama bapaknya biar dikasih izin tinggal di kost. Alasannya sih biar lebih deket dan mandiri. Halah, tahunya biar bebas pacaran. Aku tahu, bapaknya si Lisa sama proteknya dengan papa. Cuma kalau aku, sebadungnya aku masih takut kalau papa marah. Jadinya mending nurut la

