Keadaan menyesakkan ini ternyata berlangsung sekitar lima belas menit. Hua rasanya tubuhku mulai matang ini. Mendidih aja terus dari tadi. Apa wanita lain begini? Merasa kesal saat ada wanita lain minta dihibur sama suami kita? Salah gak sih kalau aku marah? Huh, kesal-kesal! Mungkin entah baru sadar dengan keberadaan aku, Pak Heri menghampiriku. "Her, mau kemana?" tanya Mbak Fitri saat Pak Heri malah menjauh darinya. Pak Heri gak jawab pertanyaan Mbak Fitri. Ia malah mendekatiku yang duduk sendiri di kursi penunggu pasien paling ujung. Agak jauh dari mereka. Ya kali, aku kuat lihat suamiku dipeluk cewek lain dari deket. Gak kabur juga udah sukur. "Put, kamu lapar?" tanyanya. Lah, ini orang gak sadar ya kalau barusan dia dipeluk-peluk wanita lain di depan mataku? "Enggak!" jawabku sin

