Serba Salah!

1858 Kata

Setelah mendengar berbagai pandapat orang, aku kok ngerasa was-was ya? Gimana kalau beneran Pak Heri punya niat nyari istri lagi? Aku harus gimana ya? Saat ini, kami mau pulang lagi ke rumah Pak Heri. Sepanjang jalan, lebih banyak diam dan melamun. "Put, kamu kenapa? Masih kangen sama mama?" tanya Pak Heri saat kami tiba di halaman rumah. Aku menghela nafas, "Enggak. Kan tadi udah ketemu." "Kok kamu masih kayak banyak pikiran gitu. Cerita dong, ada apa?" Pak Heri membuka sabuk pengaman milikku. Ia mengecup bibirku sekilas lalu tersenyum. Tuh, suami manis begini masa ada niatan buat kawin lagi? Ah, lupakan! "Mas, kira-kira kamu mau kapan punya anak?" tanyaku. Ya ingin tahu aja sih, dia sebenarnya mau punya anak lebih cepat seperti kata orang-orang atau enggak. Pak Heri tersenyum lal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN