Di Luar Dugaan!

1596 Kata

Pulang dari undangan aku masih kesal. Suasana hatiku mendadak berubah menjadi sangat buruk. Yang paling mengesalkan adalah mereka menuduhku tidak subur. Aku menatap diriku di cermin. Bener gak sih ini semua gara-gara aku? Orang bilang kalau usia muda itu akan cepat hamil. Ini sudah mau bulan ketiga, tapi aku belum hamil. "Kamu kenapa, Put?" Pak Heri masuk ke kamar lalu membuka jasnya. Ia kembali mengenakan kaos oblong yang sangat pas di tubuhnya. "Mas, bener gak sih, aku gak subur?" tanyaku dengan lemas. Sumpah, dari sekian pengalaman indah tentang rumah tangga, bagian ini adalah bagian terberat menurutku. Ditanya kapan punya anak benar-benar menjadi beban pikiran. "Kok kamu ngomongnya gitu?" Pak Heri malah balik bertanya. "Iya, kan tadi temen-temen Mas bilang gitu. Apa perlu aku perik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN