Eric terus fokus menyetir, memperhatikan satu angkot yang dia yakin ada Atika di dalam sana. Di pertigaan depan angkot berbelok ke arah kiri, Eric segera mengikuti. Namun keduanya langsung melotot karena ternyata ada banyak angkot serupa maupun yang berbeda setelah belokan. “Ah sial! Yang mana angkotnya?” Eric berusaha memperhatikan angkot di depannya satu-persatu. Namun tak dilihatnya wajah Atika di balik kaca jendela. Begitupun dengan Hanna yang ikut mencari. “Eric, aku nggak lihat ada Bu atika.” Eric mengangguk perlahan, netranya masih berusaha mengawasi. “Ya, aku juga belum ketemu.” “Bagaimana kalau aku telepon Lilian sekarang?” “Jangan. Nona Lilian baru kelaur rumah sakit hari ini. Mungkin masih butuh watu untuk istirahat. Sebaiknya jangan mengganggu Nona Lilian." "Ah iya, benar

