BAB 173. Teman Satu Frekuensi

1060 Kata

“Selamat pagi, Mbak Rosa. Oh ya, atau aku boleh memanggil dengan langsung nama saja? Rosa adalah nama yang indah. Dan kelihatannya kamu memang masih sangat muda. Iya, kan?” Edwyn meletakkan tas kerja di atas meja. Dia duduk dengan senyuman sumringah dan gelas/ kopi di tangan. “Terserah,” jawab Rosa cuek. Dia sedang mengecek jadwal sang bos besar hari ini. Tanpa menoleh sedikitpun pada Edwyn. Edwyn terkekeh. Dia suka sekali menggoda gadis-gadis cantik dan seksi seperti Rosa. Hanya saja yang satu ini memang judesnya bukan main, justru membuat Edwyn semakin tertarik. “Ngomong-ngomong, lagi ngerjain apa nih? Ada yang bisa kubantu?” Edwyn menggeser kursi kerjanya yang beroda hingga mendekati kursi Rosa. Namun dengan cepat Rosa mendorongnya balik hingga membuat kursi Edwyn langsung kembali ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN