Axel menepuk bahu Chris. “Wina adalah gadis baik yang malang, dia ada trauma dengan seorang pria b******k,” bisiknya kemudian mengajak Chris ikut masuk ke dalam panti. Kedatangan mereka langsung disambut dengan hiruk-pikuk anak-anak di ruang tamu. Beberapa pengasuh langsung menggendong anak-anak itu masuk ke ruang tengah. Chris hanya tersenyum melihat kesibukan di depannya. “Anak-anak itu sama sekali nggak menggangguku kok. Mereka kelihatan lucu-lucu dan polos tingkahnya.” Chris menjulurkan leher supaya bisa melihat hingga ke ruang tengah, bertepatan dengan Wina yang juga sedang menoleh padanya dan langsung melengos kembali, membuang pandangan ke arah lain. Chris tersenyum melihat itu. Luka batin apa yang dialami gadis cantik itu sampai setakut itu melihatku? Aku jadi penasaran. Dia ke

