Sesuai janji antara Axel dan Chris kemarin, siang ini mereka bertemu di cafe yang letaknya tidak jauh dari kantor Axel. Chris melambaikan tangan dari mejanya ketika melihat Axel berjalan memasuki café. Chris memang datang lebih awal dari waktu yang dijanjikan, sebab tadi dia memang kebetulan sedang ada urusan di tempat yang tidak terlalu jauh dari café. “Wah! Apa mungkin aku yang terlambat nih?” Axel menarik kursi lalu melirik jam di pergelangan tangan. Chris terkekeh. “Aku yang kecepatan sampai. Nih buktinya, sudah mau habis satu gelas.” Dia memamerkan cangkir kopi yang memang hanya tinggal sepertiga isinya. Axel geleng-geleng kepala. “Memang paling enak ngobrol sama orang satu ini kalau urusan sosial.” Seorang pelayan datang mendekat, memberikan dua buah buku menu besar. Tadi dia s

