Axel tersenyum tipis, dia tahu Edwyn pasti akan menerima penawarannya yang pertama. Dengan begitu, dia bisa mengawasi pergerakan Edwyn hanya dengan bertanya pada Rosa saja. “Oke, sekarang kamu ke ruangan Rosa, di depan ruangan saya, tadi kamu sudah lihat, kan. Minta pekerjaan sama dia, dan kerjakan dengan serius. Ingat, saya tidak suka dipermainkan. Sekali kamu berbuat kurang ajar di kantor saya ini, maka kamu akan langsung saya jebloskan lagi ke dinginnya lantai penjara!” Axel menatap tajam pada Edwyn. Mendengar itu Edwyn bergidik, terbayang para napi berbadan kekar dan bertato tapi doyan menggerayangi tubuhnya hingga sempat membuatnya kesulitan berjalan. Sungguh demi apapun Edwyn tidak akan pernah mau merasakan hukuman berat itu lagi. “Ah, baik Pak Axel, terntu saya akan menuruti sem

