Berat

1234 Kata

        “Morning.” Suara serak itu justru membangunkan Ratu dari tidur nyenyak nya. Raja melingkarkan tangannya di perut istrinya itu, sembari menenggelamkan wajahnya di leher sang istri. Raja tersenyum begitu melihat wajah polos Ratu nampak begitu tenang pagi itu, pemandangan yang sederhana, yang akhir-akhir ini begitu ia syukuri.               “Aku masih ngantuk.” Balasnya, ia berusaha membalikan badan, namun Raja menahannya.               “Tidur lagi aja gak apa-apa.” Ucap Raja. Jam sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi, seharusnya Raja sudah berangkat namun akhir-akhir ini, rumah menjadi tempat favorite nya. Jika dulu rumah adalah neraka dunia baginya, maka sekarang berbeda, sekarang bagi Raja rumah nya sudah benar-benar menjadi tempat pulang yang sebenarnya.               “Kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN