“Bilang apa? Mama emang harus bilang apa? Kamu ini kenapa sih, tuh ya ja, kamu kebiasaan kayak gini. Kamu gak bisa melihat sesuatu dari dua sisi, belum tentu mama ngelakuin ini salah. Mama tuh Cuma pengen yang terbaik buat kamu.” Rika makin menjadi, ia tidak suka di salahkan seperti ini. Obsesinya terhadap Aleesha sepertinya sudah menutupi hati nuraninya sendiri. “Nggak, kenapa Raina bisa ada di sini. Mama yang panggil kan? Kenapa Raina? Dan… bukannya Raina tidak hamil? Kenapa dia bisa menyusui Aleesha?” Tanya Raja. Rika menghela napas kesal, ia kemudian menarik kembali Raja untuk duduk di sebelahnya. “Raina hamil, data yang kamu dapatkan waktu itu salah.” “Maksudnya?!” “Ya, Raina hamil. Cuma mama tidak tahu anak siapa se

