“Mas sini deh sebentar.” Panggilku ketika Mas Barra baru aja keluar dari kamar mandi. Aku melihat Mas Barra mengernyitkan keningnya bingung melihatku yang sedikit manja. “Kenapa? Kamu mau minta sesuatu ya?” Mas Barra bahkan sampai memicingkan matanya menatapku curiga. Semuanya berjalan dengan baik, tak terasa kami sudah bersama selama tiga bulan lebih di Bandung. Kami menjalaninya dengan senang, hubungan kami juga semakin dekat dan baik. Karena kami bersama, aku dan Mas Barra semakin mengenal satu dengan yang lain. Kami memang sudah lama berhubungan, tetapi untuk semakin saling mengenal baru saja. Karena selama ini kami di halangi oleh jarak sehingga belum mengenal sepenuhnya. “Sebentar sini deh Mas, aku mau ngomong sesuatu sama kamu.” Aku menepuk sofa yang ada di sampingku. Kami baru