LDR 78

3129 Kata

Akhirnya waktu yang di tunggu tiba. Aku dengan teman-teman Mas Barra akhirnya pergi. Aku lebih suka gunung di bandingkan pantai, kalau lihat yang hijau-hijau mata sepertinya segar sekali di bandingkan biru. Hanya saja kalau mau naik ke gunung itu, kerap sekali membuatku mabuk perjalanan karena jalannya yang harus berliku-liku. Maka saat ini tengkukku sedang di pijat oleh Mas Barra karena lagi dan lagi aku harus muntah di pinggir jalan. Mas Barra dengan telaten mengurusku, ada Silvia juga yang ikut membantu dengan memberikanku teh manis panas yang memang di bawanya dari rumah. Maka itu Silvia memberikanku termos miliknya kepadaku. “Makasih ya Sil.” Kata Mas Barra pada Silvia, maka Mas Barra membukakan termos tersebut dan memberikannya padaku di saat aku sudah merasa lebih baikan. “Gimana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN