Setelah menutup gorden dan jendela, Ara melangkah ke arah lemari besar. Tidak lama ia membuka, terlihat di dalam lemari itu ada sebuah kotak besar seperti brankas. Ara pun menaruh dokumen dari Pak Nathan tadi, ke dalam kotak itu. Kemudian ia mengunci lemari. Setelah itu, Ara melangkah ke arah ranjang bersiap untuk tidur. Tiba-tiba ia mengingat ada seseorang orang di bawah sana, terus saja menatap ke arah kamarnya. 'Siapa, sih, dia? Kenapa terus menatap ke arah kamarku, aku tidak begitu jelas melihatnya dari kamarku. Apa sekarang dia sudah pergi? Semoga saja orang itu hanya sekadar berhenti karena mobilnya bermasalah,' gumam Ara, seraya memakai selimut tebalnya. Meskipun Ara penasaran, ia tidak lantas memeriksa lagi. Ia lebih memilih untuk tidur saja, mengingat ia baru saja sembuh. Ia