66. Isi Hati Tristan

1683 Kata

Waktu telah menunjukkan pukul setengah delapan malam, nampak terlihat kendaraan ramai lancar saat di lihat dari atas seperti ini. Lampu warna-warni, juga semakin mempercantik indahnya Ibukota Jakarta. Di balkon nampak terlihat Tristan tengah berdiri, dengan tatapan kosong. Seraya membawa secangkir kopi hitam panas di tangan kanannya. Tatapannya lurus ke depan, meskipun fokusnya bukan dengan yang apa ia lihat. Hatinya seperti di tempat lain, seolah ada rindu di dalamnya. Padahal saat ini ia tidak memiliki tambatan hati, atau seorang spesial dalam hatinya. Tapi, saat ini ia benar-benar merasa sedang merindukan seseorang. Seseorang itu tidak lain adalah Tiara Cahyani Wiraguna, anak dari Pak Nathan, dan Bu Nara. Gadis mungil, yang sempat akan ia jadikan target dari balas dendamnya. Namun,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN