Senyuman di bibir Ara terus saja mengembang, setelah Reza memberikan hadiah berupa kalung indah berwarna silver. Kini kalung itu telah tersemat manis, di leher Ara. "Apa kamu menyukainya, Sayang?'' tanya Reza, setelah ia duduk kembali di tempatnya semula. Reza ingin tahu, pendapat Ara tentang kalung yang sengaja ia beli di pinggir jalan kemarin. Kemudian ia menaruh kalung itu di kotak perhiasan, seolah-olah kalau itu adalah kalau perak dengan harga mahal. Nyatanya kalung yang dibeli Reza, hanya kalung imitasi. Tapi, Ara sama sekali tidak tahu akan hal itu. Yang Ara rasakan saat ini, Ara akan sangat menyukai apapun Reza berikan padanya. Karena menurut Ara apapun yang dibeli Reza itu, adalah sesuatu berharga. "Kalung ini begitu indah, Mas. Pasti sangat mahal harganya, Mas Reza sangat