Dua Hari Setelah Kabar Duka — Sydney, Australia Udara dingin menyelimuti Sydney pagi itu, seakan ikut berkabung. Langit kelabu membentang di atas deretan rumah bergaya kolonial-modern di pinggiran kota, dan suara burung camar terdengar samar di kejauhan. Di dalam taksi, Vanya duduk diam menatap keluar jendela dengan mata sembap dan lelah. Tangan kirinya menggenggam kuat kertas berisi alamat kediaman keluarga Jonathan, yang ia dapatkan dari Putra setelah sempat memohon bantuan untuk menemukan keberadaan Samuel. Perjalanan ini bukan hal yang mudah. Bukan hanya karena jarak ribuan kilometer yang harus ia tempuh, tapi karena ini adalah langkah yang diambil bukan atas dasar logika, melainkan nurani—dorongan dari perasaan yang tak bisa ia abaikan meski pikirannya terus menjerit agar mundur. S