Lolerei meremas sendok yang sedang dicucinya. Sudah beberapa bulan dirinya terasingkan di barak. Terpotong dari apa yang terjadi di istana. Oh… betapa ia merindukan suasana istana yang tenang. Dimana semuanya harum dan beradab. Matanya melirik pada para pelayan lain yang bekerja bersamanya penuh dengan kebencian dan perasaan jijik. Kebanyakan dari mereka adalah para bu-dak dari Raya yang dibebaskan dan memilih bekerja di istana. Tidak sejajar dengannya yang adalah bekas selir. Kebanyakan selalu membicarakan tentang bu-dak Raja yang cantik, bu-dak Raja yang gemulai, bu-dak Raja yang anggun. Sesuatu yang semakin membuat api di dalam da-da Lolerei tidak kunjung padam. Berita tentang pernikahan Sang Raja menggemparkan istana, tentu saja. Apalagi ketika Ratu Yva mengajukan acara Perkenala