⚠️

1048 Kata

Adrian duduk di kursi kerjanya malam itu. Lampu meja menjadi satu-satunya sumber cahaya, menerangi wajahnya yang serius dan penuh perhitungan. Di layar laptop, video dari rekaman CCTV terus berulang. Sekilas tampak Vanila duduk di lobi sebuah hotel, berbicara dengan seorang wanita berambut cokelat bergelombang, mengenakan kemeja putih dan kacamata gelap. Orang kepercayaannya berdiri di sisi Adrian, melaporkan dengan nada hati-hati. “Ini direkam dari kamera pengawas hotel pada pukul dua siang kemarin. Mereka bertemu selama kurang lebih dua puluh menit. Tidak ada suara karena area itu masuk zona privat. Tapi dari rekamannya, terlihat wanita itu menunjukkan sesuatu pada Ibu Vanila... sesuatu dari dalam amplop.” Adrian menyipitkan mata. Matanya tajam menelusuri gerak-gerik Viola—ya, dia men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN