Keduanya masuk ke dalam kafe, dan langsung disambut suasana hangat dengan aroma kopi dan kue yang menggoda. Pemilik kafe, seorang wanita berpenampilan elegan dan murah senyum, menghampiri meja mereka dan memperlakukan Tiara seperti staf terbaiknya. Vanila merasa lega. Tiara memesan satu potong tiramisu dan dua gelas frappuccino karamel spesial. “Gue inget lo suka yang manis-manis, jadi gue pesenin ini.” Vanila mencicipi kuenya sambil tersenyum lebar. “Um, ini enak banget. Rasanya kayak lo berhasil keluar dari mimpi buruk lo dan mulai dari awal.” Tiara menatap sahabatnya itu dengan mata berkaca. “Dan semua itu dimulai dari lo yang nolongin gue waktu itu.” Vanila memeluk Tiara. "Gue seneng kalau masalah lo kelar, Ra." "Makasih ya, Van." --- Usai dari kafe, Vanila memutuskan mampir k