Ceklek! Layla terdiam menaikkan pandangan menatap pintu kamar yang mulai terbuka lebar. Deg!! Layla mengambil sebuah kotak obat yang tergeletak lalu berlari ke dalam ruang ganti sebelum Leo masuk. Obat yang didapatkan dari sesi pertemuan dengan dokter sebelum memutuskan untuk menjalani pengobatan dengan hanya meminum obat itu pun tidak terlalu efektif. Setelah menelan dua butir pil, Layla melangkah ke kamar mandi. Ia melepaskan sepatu dan menanggalkan pakaiannya kemudian menghidupkan keran air tak lupa memberinya busa disana. “Arrghh ....” layla mengerang, saat ini tubuhnya mulai gemetar. Rasa letih timbul dengan semua yang terjadi hari ini. Obat pemberian dokter yang ia bawa kali ini benar-benar tak berdaya. Hari ini benar-benar menyiksanya dengan semua kejadian yang terus terjadi

