Jackson dan Juna tengah menunggu Layla yang ingin bertemu dengan Shireen. Gadis itu juga tampak belum tiba setelah beberapa menit telah berlalu. "Aku jadi penasaran dengan gadis tanpa perasaan itu bisa melakukan sesuatu di luar nalar." celetuk Juna membuyarkan kediaman mereka. "Yang pasti semua yang dia lakukan punya alasan, 'kan." "Iya sih." Tak lama seorang gadis tampak mencari keberadaan seseorang. Gadis berparas cantik mendekati meja mereka. "Jackson?" gadis itu menunjuk mereka. Jackson mengangkat tangan, "That's me. Kau Shireen?" Shireen mengangguk. "Oh duduklah, sebentar lagi Nona datang." ucap Jackson. Sementara Juna terus menatap gadis di hadapan mereka. Tersadar saat mendapat sikukan dari Jackson. Juna menggaruk kepalanya tersenyum malu, memalingkan wajahnya keluar. "Thank

