Suasana bandara pagi itu ramai, seperti biasa. Suara pengumuman keberangkatan bercampur dengan derap langkah orang-orang yang terburu-buru membawa koper. Axel berdiri di depan gerbang keberangkatan internasional, mengenakan jaket hitam sederhana. Di sampingnya, Rafael tampak menenteng koper besar. Wajahnya lelah tapi ada ketenangan yang belum pernah Axel lihat sebelumnya. Mereka berdiri bersebelahan, tetapi ada jarak yang terasa jelas di antara keduanya. Axel berusaha mencari kata, tetapi tenggorokannya kering. Rafael sendiri tampak menunduk, seolah fokus pada gagang koper yang ia genggam erat. Padahal pikirannya berantakan. “Lo yakin mau pergi?” suara Axel pelan, hampir tenggelam oleh keramaian. Rafael menoleh, tersenyum tipis, meski ada getir di sudut bibirnya. “Ya. Untuk sekarang,
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


