Penampilan bukan satu-satunya hal yang berubah dari Maira. Dalam waktu singkat, ia bukan lagi gadis ceroboh yang menjatuhkan tumpukan dokumen atau tersandung di depan lift. Kini, Maira tampil dengan kepercayaan diri yang menguar dari caranya berjalan, menatap, dan berbicara. Bahkan cara dia mengetuk pintu ruang meeting berubah-penuh ketegasan dan anggun. Namun di balik ketenangannya, jantung Maira tak jarang berdetak tak menentu. Perubahan ini tak semata-mata lahir dari uang. Namun, dari luka, tekad, dan harga diri yang sempat diremukkan. Maira belajar berdiri, bukan hanya agar dilihat... tapi agar tak lagi diremehkan. Dan itu membuat karyawan lain mulai memperhatikan. "Cantik banget sekarang ya, Maira. Gaya bicaranya juga beda," bisik salah satu staf ke temannya. "Iya. Dulu kayak a

