Maira Berubah

1018 Kata

Setengah miliar. Jumlah yang bahkan dalam mimpi pun belum pernah Maira sentuh. Kini, uang itu nyata di rekeningnya. Dalam satu hari, hidupnya berubah. Setidaknya di atas kertas. Tiga hari setelah transfer itu, Maira mengambil keputusan cepat. Rumah warisan orang tuanya di kampung, yang selama ini hanya menunggu disita karena tunggakan, langsung ia lunasi. Nilainya tak sampai dua ratus juta. "Bibi, rumah kita aman sekarang," ucap Maira sambil menahan haru di pangkuan bibinya melalui video call. Pipinya memerah, matanya berkaca. "Ya Allah, Maira. Beneran, Nak?" Bibi Marni terisak. "Bibi nggak tahu harus bilang apa. Uang dari mana kamu, Nak?" Maira tersenyum tipis, menatap wajah keriput yang begitu ia rindukan. "Aku pinjam dari koperasi kantor," ucap Maira berbohong. "Memangnya bos k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN