1 minggu kemudian. Saat ini, Anton dan Sean sedang berada di ruang bermain yang Anton siapkan khusus untuk tempat bermain Sean. Sekaligus tempat menyimpan semua mainan Sean yang jumlahnya sangat banyak. Sekilas Anton melirik ponselnya yang sejak tadi terus bergetar, tanda ada panggilan masuk. Helaan nafas panjang Anton terdengar begitu ia melihat nomor yang tertera pada layar ponselnya. Nomor yang terus menghubunginya sejak beberapa hari belakangan ini. Meskipun ia tidak menyimpan nomor itu dalam kontaknya, tapi ia tahu betul itu nomor siapa. Itu nomor Devina, mantan istrinya. Jujur saja, Anton tidak tahu kenapa Devina terus menghubunginya. Ia jelas tidak mau mengangkat panggilan dari Devina karena ia merasa ia tidak punya masalah dengan mantan istrinya itu dan ia tidak mau S

