Beberapa bulan kemudian. Waktu berlalu dengan begitu cepat, tak terasa kalau sebentar lagi Sein akan segera melahirkan. Hanya tinggal menunggu hari dan Sein sudah sangat siap untuk melahirkan buat hatinya yang kedua. Hari sudah malam, tapi Sein masih terjaga dari tidurnya. Saat ini, Sein masih berada di ruang keluarga, tentu saja tidak sendiri, tapi di temani sang suami yang saat ini sedang duduk di ujung sofa. "Daddy, Sean ke mana?" Sein bingung saat tidak melihat Sean ada di sekitar ruang keluarga. Seingatnya, tadi Sean sedang bermain di karpet, tepat di hadapannya. Anton yang sedang duduk di ujung sofa dengan kedua tangan yang sedang memijit kaki bengkak Sein sontak melirik Sein. "Lagi main kucing sama Mba Tika," jawabnya dengan dagu menunjuk pada ruangan tempat di mana s

