Dua Puluh Empat

1390 Kata

  Pagi ini, Rama sudah berdiri di depan sebuah pagar kediaman sahabatnya, Aldi. Niatnya datang sepagi ini tentu saja untuk menemui Shila, dan menjelaskan masalah selaman, sebelum Shila semakin kesal karena memang sejak semalam gadis itu tidak membalas pesannya. Tak lama kemudian Aldi dan Zahra keluar. Aldi tampak terkejut melihat kedatangan sahabatnya itu sepagi ini di depan kediamannya. “Ada apa, Ram? Tumben pagi-pagi ke sini?” Aldi. “Aku mau bicara sama Shila, Al. Dia ada kan?” Rama. “Ada kok. Mau kemana lagi emang dia sepagi ini? Kenapa nggak langsung masuk aja?” Aldi mulai curiga. Rama terdiam. Aldi dapat membaca dari sikap Rama. Sepertinya sahabatnya itu tengah ada masalah dengan adik iparnya. Lagipula sejak tadi malam Shila terlihat murung. Hanya saja Aldi belum sempat menanyakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN