Dua Puluh Lima

1373 Kata

Satu minggu telah berlalu. Rama tengah menemani Shila menjemput Zahra di sekolahnya. Rencananya, siang ini mereka akan makan bersama. Selain itu, Shila juga mengajak Nindy yang waktu makan siangnya hari ini masih kosong. Tak lama kemudian, terlihat Zahra yang berlarian ke arah om dan tantenya itu. Ia berteriak kegirangan di jemput oleh orang-orang yang sangat ia sayangi itu. “Om Rama jemput Zahra pasti karena ada sesuatu kan? Ada apa, Om? Zahra nggak mau loh tapi kalau di rugiin. Pokoknya Zahra harus untung.” ujar Zahra yang langsung digendong omnya itu “Terus Zahra maunya apa dong?” goda Rama. “Zahra maunya di traktir makan atau di beliin mainan. Kalau enggak, Zahra nggak mau ikut Om.” Zahra. Shila terkekeh mendengar candaan kedua orang yang paling ia sayangi itu. “Kamu sih, selalu ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN