Satu tahun berlalu. Rama, Shila, Aldi, Nindy, Zahra dan jagoan kecil Rama, Arbi saat ini berada di sebuah pemakaman. Mereka ziarah ke makam Airin dan Luna yang letaknya tidak begitu jauh. Rama membantu Shila bersimpuh saat di pusara Airin. “Terima kasih Airin, karena kamu, aku dan Rama di pertemukan. Karena sakit yang kamu derita, Rama menjadi seorang dokter hebat yang mampu menyelamatkanku. Kamu pasti sangat bangga melihat Rama yang sekarang, dan itu semua dia lakukan karena kamu.” lirih Shila sembari menabur bunga. “Lihatlah! Putraku sangat tampan bukan? Namanya Arbi. Dia pangeran kecilku dan Shila. Aku sudah benar-benar mengikhlaskan kepergianmu agar kamu tenang di sana. Tapi, selamanya aku tidak akan melupakan kamu. Karena kamu yang membuatku bisa menjadi setegar ini. Kamu yang membu

