Dua minggu berlalu. Besok adalah hari pernikahan Shila dengan Aldi. Sejak makan malam itu, Shila tidak pernah bertemu dengan Rama lagi. Ia berusaha untuk memahami keadaan. Ia berusaha untuk terbiasa hidup tanpa laki-laki itu. Karena sebentar lagi, ia akan menjadi milik orang lain. Sebenarnya hati Shila tersiksa dengan hal itu. Ia begitu mencintai Rama. Tapi ia tau, cinta tak selalu harus memiliki. Dia tidak boleh dibutakan oleh cinta. Aldi berjalan-jalan sendirian di sebuah taman. Tak jauh dari tempatnya berdiri, ia melihat seorang perempuan tengah menangis. Aldi pun menghampirinya. Dan ternyata dia adalah Luna. “Luna?” kaget Aldi. Aldi sempat ragu dengan apa yang dilihatnya. Tapi, keraguannya musnah saat perempuan itu menoleh, dan menatapnya dengan tatapan yang sama persis dengan tatapa

