DUA PULUH SEMBILAN

1625 Kata

Zahra baru saja pulang sekolah. Ia berjalan lesu menaiki anak tangga rumanya. Di belakangnya, berdiri Shila yang mengikuti langkah anak itu. Shila bingung, apa yang terjadi pada Zahra. Sejak di sekolah tadi, ia terlihat begitu murung. Shila mengikuti Zahra hingga ke kamarnya. Ia membantu Zahra berganti pakaian, kemudian keduanya duduk di tepi tempat tidur Zahra. “Zahra kenapa sih? Kok cemberut begitu?” tanya Shila halus. “Besok lusa, akan ada pentas seni di sekolah Zahra. Bu guru mengundang orang tua siswa untuk datang.” Zahra. “Wah.. bagus dong. Besok biar Tante aja ya yang datang?” Shila. Zahra menggeleng. Shila mengerutkan keningnya. Biasanya Zahra akan senang jika ia ke sekolahannya. “Kenapa nggak mau?” Shila. “Kan yang di undang orang tua Zahra. Tante kan bukan orang tua Zahra. Z

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN