Di suatu malam. Aldi mengajak Nindy makan malam berdua. Keduanya terlihat asyik menikmati hidangan yang tersedia. Nindy begitu cantik dengan dress biru lautnya. Aldi sampai terpesona melihatnya. “Al, ada apa sih? Dari tadi kamu ngelihatinnya aneh gitu.” Nindy. “Baru sadar aja kalau kamu ternyata cantik banget.” Aldi. Terlihat semu merah di kedua pipi Nindy. Tampaknya gadis itu mudah sekali tersipu. “Nin, kalau misalnya aku minta kamu buat nikah sama aku, kamu gimana?” tanya Aldi dengan nada santai. Nindy terdiam. Senyumnya pun pudar. Ia menatap dalam manik mata Aldi. Hatinya sungguh sesak mendengar ucapan Aldi. Bukan karena ia tak menyukai Aldi. Hanya saja ia merasa tidak pantas untuk Aldi. “Gimana, Nin? Aku lihat kamu bisa dekat dan tulus sayang sama Zahra selama ini. Jadi aku harap k

