Siang ini, Rama menemani Shila di taman rumah sakit. Gadis itu menatap kosong ke arah kolam. Telinganya asyik menangkap suara percikan air yang sangat merdu. Rama tersenyum melihat Shila yang terlihat begitu tenang. Setidaknya, ia tak lagi terlihat sedih seperti saat pertama Rama melihatnya pasca kecelakaan. Tiba-tiba, handphone Rama berbunyi, pertanda sebuah pesan masuk. Rama pun membacanya. Ia menghela napas panjang sebelum akhirnya kembali menatap Shila. “Shil, aku antar ke kamar ya! Sebentar lagi udah mau gelap nih.” Rama. Shila mengangguk menurut. Kemudian Rama membawa Shila kembali ke ruang rawatnya. Sesaat kemudian, Rama pamit untuk keluar sebentar. Cukup lama Shila menunggu, tapi Rama tak juga kembali. Shila merasa sangat bosan di ruang rawatnya sendirian. Bahkan seka

