Suasana di restoran malam itu dipenuhi dengan tawa dan kelegaan. Setelah berminggu-minggu menghadapi tekanan kasus hukum, malam ini mereka bisa menikmati momen kemenangan yang manis Bagus mengangkat gelasnya. “Untuk kemenangan yang luar biasa ini, dan untuk Nadine yang menjadi otak di balik strategi media yang brilian.” Nadine tersenyum kecil, mengangkat gelasnya juga. “Dan untuk Zayn yang akhirnya bisa duduk diam di persidangan tanpa membuat kekacauan.” Zayn mendengus. “Lucu sekali, Nadine.” Dira terkikik. “Tapi jujur, Zayn, kamu benar-benar berubah. Aku hampir enggak mengenalimu … Kamu enggak seperti yang Nadine suka bicarakan. Nadine langsung melotot menatap Dira penuh peringatan membuat Dira menutup mulutnya yang teresenyum. Sedangkan Zayn tentu saja melirik Nadine sambil tertawa